NEW YORK, iNews.id - Harga minyak menguat pada Kamis (24/10/2019) waktu setempat seiring penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS). Kenaikan tersebut juga didukung prospek penurunan produksi lebih lanjut oleh produsen minyak utama sehingga mengimbangi kekhawatiran pada permintaan yang lebih lemah.
Mengutip Xinhua, Jumat (25/10/2019), West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik 0,26 dolar AS, atau 0,46 persen, menjadi 56,23 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, menyusul kenaikan 2,73 persen di sesi sebelumnya.
Minyak mentah brent untuk pengiriman Desember naik 0,50 dolar, atau 0,82 persen, menjadi 61,67 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah naik 2,46 persen pada Rabu.
Persediaan minyak mentah AS menurun selama pekan yang berakhir 18 Oktober, Badan Informasi Energi AS mengatakan dalam sebuah laporan pada Rabu.
Menurut Weekly Petroleum Status Report, persediaan minyak mentah komersial AS, tidak termasuk dalam Cadangan Minyak Strategis, turun 1,7 juta barel dari minggu sebelumnya. Analis memperkirakan peningkatan 2,2 juta barel.
Harga minyak juga didukung oleh berita bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sedang mempertimbangkan untuk menerapkan pengurangan produksi yang lebih besar ketika mereka bertemu pada bulan Desember mendatang dalam upaya untuk melawan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah.
Pada bulan Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga harga minyak tidak jatuh.
Editor : Ranto Rajagukguk
from iNews.id | Inspiring & Informative https://ift.tt/2NbLN1x
via IFTTT
No comments:
Post a Comment